Copy
Perdagangan Robot
Acara

XRP Masuk ke Perbankan Tradisional Saat SBI Shinsei Ungkap Program Uji Coba Baru

BYDFi Daily News2026/06/11 00:30Jelajahi 102

Hubungan antara perbankan tradisional dan aset digital terus berkembang seiring SBI Shinsei Bank bersiap meluncurkan program uji coba untuk mengintegrasikan solusi berbasis blockchain ke dalam infrastruktur pembayarannya. Inisiatif ini merupakan langkah unik menuju integrasi insentif kripto ke dalam produk perbankan konvensional.

Jalur Baru bagi Nasabah Bank untuk Mengakses XRP

Bank SBI Shinsei Jepang bersiap memperkenalkan cara baru bagi nasabah untuk berinteraksi dengan aset digital dengan memungkinkan mereka mengonversi sebagian bunga deposito menjadi hadiah kripto, termasuk XRP. Menurut postingan RippleXity, uji coba yang dijadwalkan mulai 10 Juni ini merupakan langkah nyata menuju integrasi eksposur kripto secara langsung ke dalam produk perbankan tradisional.

Bacaan Terkait

Mitra Ripple Thunes Ungkap Perkembangan yang Dapat Memperkuat Narasi Pembayaran Global XRP

Hal ini akan memungkinkan nasabah mengakses aset digital melalui aktivitas tabungan mereka yang ada, bukan melalui platform perdagangan terpisah. Di bawah kerangka yang dilaporkan, nasabah akan terus mendapatkan bunga atas deposito yen mereka seperti biasa, tetapi akan memiliki opsi untuk mengonversi sekitar 20% bunga tersebut menjadi voucher kripto. Voucher ini kemudian dapat ditukarkan dengan aset seperti Bitcoin, Ethereum, atau XRP dengan harga pasar real-time pada saat konversi.

Lebih lanjut, uji coba ini akan diluncurkan pada 10 Juni, dengan peluncuran penuh diharapkan pada musim gugur 2026. Inisiatif ini dibangun di atas produk Hyper Deposit SBI yang sudah ada dan sejalan dengan strategi aset digital yang lebih luas, termasuk peluncuran RLUSD yang diantisipasi di Jepang. RippleXity berpendapat bahwa perkembangan ini penting karena SBI adalah salah satu konglomerat keuangan paling kuat di Jepang dan mitra lama Ripple sejak 2012.

Alih-alih mengharuskan nasabah menggunakan aplikasi kripto terpisah, model ini mengintegrasikan XRP secara mulus ke dalam perbankan Jepang. Jutaan pengguna dapat memperoleh eksposur pasif terhadap XRP hanya dengan menyimpan dana di rekening bank mereka. Pada intinya, SBI tidak hanya menawarkan kripto sebagai layanan tambahan; mereka memasukkan XRP ke dalam mekanisme fundamental menabung.

Kejelasan Regulasi Dapat Menciptakan Peluang Baru bagi XRP Ledger

Penerapan GENIUS Act dapat menandai momen penting bagi XRP dengan secara signifikan meningkatkan utilitas dunia nyatanya. Seorang analis bernama SMQKE di X mengungkapkan bahwa undang-undang tersebut memperkenalkan persyaratan cadangan yang jelas, kerangka perizinan terstruktur, dan standar interoperabilitas yang dirancang untuk mengintegrasikan stablecoin. Langkah ini akan membawa RLUSD Ripple ke inti sistem keuangan arus utama sambil mengurangi risiko sistemik.

Bacaan Terkait

XRP Ledger Menargetkan Serangan Flash Loan dengan Proposal Keamanan DeFi Baru

SMQKE mencatat bahwa bagi XRP, kejelasan regulasi ini dapat memperkuat utilitasnya karena transaksi RLUSD di XRP Ledger sudah menyumbang lebih dari 95% aktivitas stablecoin di Ledger tersebut. Seiring adopsi RLUSD meluas di bawah kerangka yang diatur, setiap transaksi di XRPL terus mengandalkan XRP sebagai mekanisme pembayaran biaya. Biaya ini berkontribusi pada dinamika deflasi dengan membakar sejumlah kecil XRP secara permanen di setiap transaksi.

Disclaimer: Halaman ini mungkin mengandung informasi dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini BYDFi. Konten ini hanya untuk referensi umum dan bukan merupakan representasi, jaminan, saran keuangan, atau saran investasi apa pun. BYDFi tidak bertanggung jawab atas kesalahan, kelalaian, atau hasil apa pun yang timbul dari penggunaan informasi tersebut. Investasi aset virtual melibatkan risiko. Harap evaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara saksama berdasarkan situasi keuangan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan merujuk pada Syarat Penggunaan dan Pengungkapan Risiko kami.