Momentum bearish Bitcoin paling terasa pada grafik teknis, dengan mata uang kripto tersebut menembus ke bawah semua rata-rata bergerak eksponensial (EMA) utama pada awal Senin.
Diperdagangkan di sekitar $76.750, harganya berada jauh di bawah EMA 20 jam di $77.580, EMA 50 jam di $78.120, EMA 100 jam di $78.767, dan EMA 200 jam di $79.350.
Indikator MACD memperkuat tekanan penurunan, dengan garis di negatif 359, sinyal di negatif 243, dan histogram di negatif 116.
Bacaan Terkait
Analis Sebut XRP Akan Naik 'Lebih Tinggi, Jauh Lebih Tinggi', Taruhan pada Breakout Eksplosif
Guncangan Geopolitik Menghantam Pasar yang Sudah Melemah
Penurunan dimulai pada Minggu malam setelah Presiden AS Donald Trump memposting peringatan tajam kepada Iran di Truth Social:
"Bagi Iran, Waktu Terus Berjalan, dan mereka lebih baik bergerak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. WAKTU SANGAT PENTING!" tulis Trump, menyusul pembicaraan diplomatik yang mandek dan panggilan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Postingan tersebut langsung mengguncang pasar keuangan. Harga minyak naik. Dolar AS menguat. Investor menarik diri dari aset berisiko lebih tinggi — dan Bitcoin adalah salah satu yang pertama merasakannya.
Pada awal Senin, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $76.780, turun sekitar 1,55% dalam 24 jam sebelumnya, menurut data Coingecko.
Rentang perdagangan hari itu berkisar dari terendah sekitar $76.680 hingga tertinggi $78.530. Volume perdagangan melampaui $24 miliar. Penurunan tersebut menghapus sekitar $33 miliar dari kapitalisasi pasar Bitcoin hanya dalam beberapa jam.
Arus Keluar ETF Sudah Menyiapkan Panggung
Berita Iran mendarat di pasar yang sudah berada di bawah tekanan. ETF Bitcoin spot AS mencatat penarikan bersih satu hari sebesar $635 juta pada 13 Mei — arus keluar terbesar sejak akhir Januari.
Angka tersebut berkontribusi pada total $1 miliar yang keluar dari dana ETF selama seminggu, mengakhiri tren arus masuk selama enam minggu. Pencairan tambahan terjadi pada sesi berikutnya, menunjukkan memudarnya minat institusional setelah periode pembelian yang kuat.
Kondisi yang lebih luas memperburuk keadaan. Angka inflasi yang membandel — baik PPI maupun CPI — membebani sentimen. Kenaikan imbal hasil obligasi Treasury menambah tekanan. Likuiditas perdagangan akhir pekan yang tipis memperkuat setiap pergerakan.
Bitcoin sempat mendorong ke kisaran $80.000 hingga $82.000 pada awal Mei, didorong oleh optimisme seputar Clarity Act. Namun kegagalan berulang untuk menembus resistensi membuat pasar rentan. Aksi ambil untung mulai terjadi.
Bacaan Terkait
Warren Fokus pada Struktur Kesepakatan Kripto Saat Pinjaman $75M Menarik Perhatian
Support dan Resistensi Menjadi Fokus
Trader kini mengamati dua zona kunci dengan cermat. Resistensi berada di antara $79.000 dan $82.000. Support penurunan terkumpul di sekitar $74.000 hingga $76.000.
Pantulan reli masih mungkin terjadi jika ketegangan geopolitik mereda — kondisi oversold dapat menarik pembeli. Namun, jika kebuntuan AS-Iran semakin dalam atau harga minyak terus naik, analis mengatakan tekanan penjualan kemungkinan tidak akan mereda dengan cepat.
Gambar utama dari Atta Kenare/AFP via Getty Images | Charly Triballeau/AFP via Getty Images, grafik dari TradingView