Tiga bank terbesar di Jepang menyatakan akan menerbitkan stablecoin secara bersama pada tahun fiskal ini, yang berakhir pada Maret. Menurut pernyataan di situs web MUFG, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), Sumitomo Mitsui Financial Group (SMBC), dan Mizuho Financial Group akan membentuk dewan untuk menjajaki kerangka operasional dan mempersiapkan penerbitan stablecoin. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa ketiga bank akan bertindak sebagai "penyelesai bersama dan bank kepercayaan atau lembaga serupa akan bertindak sebagai wali amanat". Badan Jasa Keuangan Jepang (FSA) telah memberikan sinyal dukungan terhadap pengembangan stablecoin oleh ketiga bank tersebut pada November tahun lalu. Baru-baru ini, Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa menyatakan bahwa negara harus mempromosikan penggunaan stablecoin berbasis yen. Stablecoin adalah token digital yang nilainya dipatok pada aset keuangan tradisional, biasanya mata uang fiat. Pasar ini sangat didominasi oleh token dolar AS, dengan USDT milik Tether dan USDC milik Circle Internet (CRCL) saja menyumbang pangsa pasar gabungan sebesar 84%. Token yang dipatok pada yen mewakili pangsa pasar yang sangat kecil, yaitu kurang dari $50 juta di sektor senilai $311 miliar. Yang paling menonjol adalah JPYC dengan kapitalisasi pasar sekitar $18 juta, yang diterbitkan oleh perusahaan fintech asal Tokyo dengan nama yang sama.