Data on-chain terbaru menunjukkan bahwa bursa Binance mencatat volatilitas tinggi dalam aliran masuk stablecoin dalam beberapa hari terakhir. Pengamatan ini dapat dikaitkan dengan gejolak pasar secara umum selama periode ini, yang didorong oleh pergerakan harga Bitcoin. Analis terkenal dengan nama samaran Darkfost telah membagikan beberapa wawasan mengenai aliran stablecoin yang tidak menentu ini serta implikasi potensialnya.
Bacaan Terkait
Bitcoin Berjuang di Bawah Resistance Sementara Support Fibonacci Menjadi Fokus
Aliran Masuk Stablecoin Positif Kurang Dukungan Struktural – Inilah Alasannya
Dalam postingan QuickTake pada 16 Mei, Darkfost menyoroti perkembangan terbaru dalam likuiditas pasar di tengah ketidakpastian yang membentuk harga aset yang lebih luas. Perlu dicatat, aliran bersih stablecoin di Binance melampaui $1,5 miliar pada 14 Mei, menandakan lonjakan modal yang siap masuk ke pasar. USDT dari Tether menyumbang sebagian besar aliran ini, dengan varian USDT ERC20 muncul sebagai yang paling dominan.
Dalam hari-hari sebelum 14 Mei, Darkfost mencatat bahwa Binance didominasi oleh aliran keluar stablecoin, mencatat aliran keluar bersih sebesar $1,3 miliar hanya pada 12 Mei. Oleh karena itu, pergerakan naik ini mewakili pergeseran dinamika yang menarik. Karena nilainya yang tetap, stablecoin secara luas berfungsi sebagai media pertukaran utama bagi trader kripto. Akibatnya, meningkatnya cadangan stablecoin biasanya menandakan peningkatan modal yang siap disalurkan untuk investasi, sementara penurunan cadangan menunjukkan berkurangnya likuiditas yang tersedia.
Menurut Darkfost, lonjakan aliran bersih stablecoin baru-baru ini mungkin menggembirakan; namun, perlu dicatat bahwa tidak ada dasar struktural untuk kondisi ini. Hal ini karena pergerakan likuiditas stablecoin bersifat tidak menentu, bergerak sebagai respons terhadap fluktuasi harga pasar daripada keyakinan jangka panjang. Analis tersebut mencatat bahwa investor sebagian besar bersikap bullish saat Bitcoin mendekati $82.000 pada 14 Mei, yang menyebabkan kenaikan deposit stablecoin. Namun, data grafik di atas menunjukkan penurunan signifikan dalam aliran bersih setelah harga menguji kembali $80.000 pada 15 Mei.
Untuk mengonfirmasi niat bullish jangka panjang, sangat penting agar permintaan stablecoin menjadi lebih stabil, yang diterjemahkan menjadi aliran bersih positif yang konsisten.
Bacaan Terkait
Ekspansi Leverage XRP Meningkatkan Risiko di Dekat Resistance $1,50 – Pergerakan Besar Mungkin Mengikuti
Prediksi Harga Bitcoin
Pada saat penulisan, Bitcoin diperdagangkan di level $78.200, turun 4,57% pada grafik mingguan setelah gagal merebut kembali zona harga $82.000. Sementara itu, volume perdagangan harian aset ini mencapai $26,82 miliar, turun 29,95%. Menurut data CoinCodex, sentimen pasar telah berubah menjadi bearish karena reli Bitcoin di Q2 menghadapi resistance yang kuat. Namun, para analis di CoinCodex memprediksi pasar yang tangguh, dengan target harga $85.155 dalam lima hari dan $80.062 dalam sebulan.